Pengalaman Menginap semalam di Airport Indira Gandhi

Airport Indira Gandhi itu besar sekali. Saya harus bermalam bersama teman-teman karena esoknya melanjutkan perjalanan ke Srinagar. Kami akan melanjutkan perjalanan ke Kashmir. Pengalaman Menginap semalam di Airport Indira Gandhi India

Untuk melanjutkan penerbangan ke penerbangan domestik, lorongnya cukup jauh jadi harus persiapkan dan pastikan penerbangan berikutnya tidak terlalu mepet waktunya. Oleh karena kita harus berjalan jauh menuju ruang tunggu untuk boarding. Sediakanlah waktu setidaknya dua jam sebelumnya untuk menuju penerbangan berikutnya.

Maskapai internasional India adalah antara lain Jet airways dan air India. Untuk penerbangan domestik ada Air Asia, Go Air.

Mendapatkan free wifi di bandara Indira Gandhi sulit. Sebaiknya membeli nomor lokal karena free wifi bisa aktif kalau menggunakan nomor lokal atau sudah mendaftarkan provider dan punya pulsa yang cukup sebelum berangkat ke India. Beda dengan di bandara Singapore, free wifi password bisa di dapat kalau menghubungi informasi dan tinggal menunjukan passport.

Jika mau bermalam di bandara, bisa tidur di kursi panjang dekat pintu kedatangan. Ada tempat untuk charge HP juga di situ. Untuk mencari mushola agak sulit. Kami bergantian sholat dekat kursi panjang.

Pengalaman menginap semalam di Bandara : Kegiatan di dalam bandara

Pengalaman Menginap semalam di Airport Indira Gandhi tidak terlalu berkesan, biasa saja. Saya pernah menginap juga di bandara internasional lain. Yang paling penting jika tidur harus tetap waspada dengan barang-barang sendiri di tas. Jika kelaparan, banyak gerai tempat makan internasional seperti subway, KFC dan lain-lain di bandara. Jika mau isi ulang air minum. Ada keran yang bisa di gunakan dekat toilet pengunjung.

Kebersihan toilet, di dalam ruangan bersih tapi toilet di luar ruangan bandara agak sedikit kurang bersih.

Penerbangan saya di hari berikutnya, punya jadwal jam 7.15 pagi. Dua jam sebelumnya saya langsung menuju gate keberangkatan domestik. Rute berikutnya adalah rute ke Srinagar. Waktu itu saya menggunakan maskapai Air Asia.

Selama menunggu jangan lupa bawa bekal roti atau biskuit untuk sarapan. Di penerbangan singkat nanti, saya tidak mendapatkan makan di dalam pesawat.

Bermalam di Bandara Internasional Abu Dhabi, United Arab Emirates

Bermalam di Bandara Internasional Abu Dhabi, United Arab Emirates

Saya merasakan bermalam di bandara Internasional Abu Dhabi saat ingin kembali ke Jakarta. Pesawat dari Istanbul sampai di Abu Dhabi sudah malam dan jadwal penerbangan berikutnya adalah esok harinya. Waktu itu di tahun 2016, Bandara ini sebagai tempat transit sebentar saat pergi dan harus bermalam saat pulang menuju Jakarta. Saya dan teman – teman saya harus transit di bandara selama lima jam. Disana ada beberapa kursi panjang yang bisa untuk tidur.

Sekilas mengenal Bandara Internasional Abu Dhabi

Awal mulanya di bangun bandara ini bernama Al Bateen Airport di tahun 1974. Kemudian di bangun bertahap hingga terlihat sekarang. Maskapai terbesar milik Arab Saudi ini adalah Etihad. Tidak heran bandara ini sebagai tempat transit maskapai ini dan juga beberapa maskapai penerbangan dunia lainnya.

Rencananya di akhir tahun 2019, bandara ini akan selesai membangun project besarnya sehingga akan menampuang penumpang lebih banyak dari sebelumnya.

Ini artinya, bandara ini akan mejadi salah satu yang terbesar dan itu artinya menjadi bandara tersibuk juga dari bandara-bandar di seluruh dunia.

Jika punya kesempatan transit di bandara ini lagi tahun depan, saya akan melihat segala perubahan signifikan dari bandara ini. Pastinya akan lebih modern, jadi penasaran dengan fasilitas apa yang akan tersedia disana nantinya.

Suasana Di Bandara Internasional Abu Dhabi

Penerbangan saya menggunakan Etihad Airways sehingga harus transit di bandara internasional Abu Dhabi

Bandara Abu Dhabi cukup luas, ada dua lantai. Ada Mushola bersih, restaurant dan toko – toko untuk beli souvenirs dan makanan juga tersedia

Duty Free ada di lantai bawah, tempat sholat ada di masing-masing lantai. Pendingin ruangan bagus dan tidak terlalu dingin. Wifi bisa digunakan dengan baik. Saat sedang menunggu waktu baik di bandara Abu Dhabi dan bandara internasional Madinah, terkadang kita akan bertemu dengan para pekerja Indonesia di Arab saudi yang hendak pulang atau baru tiba habis libur dari Indonesia.

Baca Juga : Pengalaman Transit di Bandara Internasional Madinah