Pentingnya CNI untuk Pengurusan Legalisasi Buku Nikah di Kemenag

Ini untuk yang menikah dengan WNA di Indonesia, pengurusan dokumen akan lebih panjang prosesnya. Pentingnya CNI untuk Pengurusan Legalisasi Buku Nikah di Kemenag.

Pentingnya CNI untuk Pengurusan Legalisasi Buku Nikah

Berdasarkan pengalaman, ada beberapa pernikahan campur yang sudah terlanjur menikah di Indonesia dan saat menikah tidak melampirkan CNI sebagai salah satu syarat dokumen di KUA atau catatan sipil . Ada yang mengerti dan mengurusnya dan ada yang tidak. Ada yang membawa surat single dari negaranya saja untuk diserahkan ke KUA atau catatan sipil. Bisa di tebak saat hendak kepengurusan dokumen, misal untuk legalisir buku nikah di Kemenag, menjadi tidak bisa. Ini karena salah satu syaratnya melampirkan copy CNI dan surat mualaf ( jika baru masuk islam ).

Baca juga : Syarat Mengajukan Visa Kerja Bangladesh di Kedutaan Jakarta

CNI atau Certificate no Impedement ( CNI ) atau NOC ( No Objection sertifikat ) adalah surat single, surat ijin bisa menikah dan akan menikah dengan WNI. Surat ini di peroleh dari kedutaan asing di Indonesia jika antara WNA dan WNI akan menikah.

Untuk mengurus CNI atau NOC ini, WNA yang datang ke Indonesia untuk menikah harus sudah membawa surat single dari negaranya. Dokumen atau surat-surat lainnya untuk kelengkapan menikah bagi WNA yang lain yaitu akta lahir, Paspor dan ID card. Sedangkan untuk WNI, syaratnya : Formulir N-N4, copy KK, KTP, akta lahir.

Baca juga : Syarat Mengajukan Visa Kerja Bangladesh di Kedutaan Jakarta

Jika sudah mendapatkan CNI maka jangan lupa untuk mengcopynya beberapa lembar. Suatu waktu diperlukan maka sudah punya salinannya, contohnya yaitu untuk legalisir di Kemenag. Untuk menikah dengan WNA, proses pengurusan dokumen sebelum dan sesudah menikah akan lebih kompleks.

Banyak membaca dan mencatat baik-baik prosedur pengurusan dokumen sangat penting. Karena kalau tidak di catat kita bisa saja lupa dan itu akan menyulitkan kita di kemudian hari. Apakah ada pemakluman jika kita lupa ? Kalau sudah menyangkut prosedur standar yang terkait dengan pihak lain misalnya kementrian atau kedutaan, maka mau nggak mau harus di patuhi dan di ikuti.

Kemana Harus Legalisasi Dokumen untuk Keperluan di Indonesia ?

Menanggapi beberapa pertanyaan pembaca mengenai legalisasi dokumen setelah membaca artikel saya sebelumnya. Kemana Harus Legalisasi Dokumen untuk Keperluan di Indonesia ?

Kemana Harus Legalisasi Dokumen ?

Urusan domestik artinya legalisir dokumen yang digunakan untuk keperluan di Indonesia. Bukan untuk tujuan mengajukan visa ke luar negeri. Keperluannya bisa macam-macam. Untuk mengurus waris, perceraian, membuat akta lahir anak dan sebagainya. Ini beberapa hal yang ditanyakan oleh pembaca di website saya.

Selama ini saya menjelaskan legalisir untuk keperluan mengurus visa ke luar negeri. Untuk pindah, ikut pasangan yang sedang tugas di luar negeri, mengurus akta kematian dan sebagainya. Dokumen yang buat di Indonesia harus di legalisir di 3 kementrian jika dokumen tersebut hendak di gunakan di luar negeri.

Sedangkan untuk dokumen yang akan digunakan di Indonesia dan membutuhkan legalisir maka hanya di legalisir di instansi yang mengeluarkan surat tersebut. Contohnya : ijazah pendidikan dan transkrip nilai, maka di legalisir di sekolah yang mengeluarkan. Jika ijazah kampus dari universitas swasta bisa di legalisir di Dikti ( Kemendikbud ). Untuk akta lahir / akta kematian dan dokumen yang di buat di dukcapil maka di legalisir di dukcapil juga. Untuk Buku nikah maka di legalisir di kantor KUA saat menikah pertama kali bagi yang muslim. Jika non muslim maka harus ke dukcapil.

Baca juga : Mengajukan Visa ke Italy Sudah Bisa Khusus untuk Kategori ini

Bagaimana legalisir dokumen ?

Yang di legalisir biasanya adalah foto copynya dan bukan dokumen aslinya. Namun jika legalisir di kementrian, bisa ada dua pilihan, bisa foto copynya atau dokumen asli dan atau terjemahan.

Jadi tidak perlu pergi ke kementrian untuk legalisir dokumen jika tujuannya hanya ingin digunakan di Indonesia. Dokumen luar negeri yang ingin di gunakan di Indonesia, hanya legalisir di KBRI negara setempat dan Kemenlu di Jakarta dan tidak perlu di Kemenkumham.

Jika menikah di luar negeri dan ingin pernikahannya tercatat di Indonesia, maka setelah menikah di legalisir di KBRI dan kemudian di legalisiri di Kemenlu di Jakarta. Langkah selanjutnya bawa surat nikah dari luar negeri ke dukcapil bagi non muslim dan ke KUA bagi yang muslim. Mereka akan buatkan surat pencatatan pernikahannya.

Kedutaan India pindah ke Gama Tower Kuningan Jakarta

Buat yang belum tau, kedutaan India sekarang sudah pindah. Masih di daerah Kuningan Jakarta Selatan. Hanya beberapa menit dari tempat yang lama. Kedutaan India pindah ke Gama Tower Kuningan Jakarta.

Kedutaan India pindah

Senin lalu saya mengurus legalisasi ke kedutaan India. Kalau naik busway dari arah lebak Bulus, turun saja di halte Departemen Kesehatan. Sudah kelihatan Gedung Gama Tower yang satu area dengan Hotel Westin Juga.

Kalau dari arah Blok M, maka naik busway yang ke arah Kuningan. Begitu juga dari arah Kota

Kedutaan India ada di Lantai 27 Untuk bagian Konsular dan Legalisasi. Kalau mau ke sini untuk mengurus visa atau legalisasi, baiknya buat jadwal secara online dulu. Buka website kedutaan India di sini

Baca juga : Melaporkan Pernikahan Luar Negeri harus kemana ?

Di Lantai 27 akan bertemu satpam saat keluar Lift dan akan di tanya, apakah sudah membuat appointment online ?. Kalau sudah tinggak tunjukan saja. Lapis kedua adalah penjaga yang akan memberikan ID dan memberikan nomor antrian sesuai keperluan kita. Kita wajib menitipkan handphone dengan terlebih dahulu supaya handphone di buat silent mode.

Ada 3 loket dan kursi-kursi untuk tempat orang -orang yang menunggu. Ada Kasir dengan logo SBI. SBI adalah Bank India. State Bank of India. Kita bisa membayar tunai sesuai layanan yang kita ajukan. Tidak ada mesin EDC untuk kartu debet atau kartu kredit, jadi pastikan untuk membawa uang tunai.

Untuk legalisir, tidak bisa di ambil di hari yang sama. Kita akan kembali lagi tiga hari kemudian. Bawalah copy slip pembayaran dan perhatikan jam pengambilan setelah di jelaskan oleh kasir bank.

Sebelumnya apapun jenis layanan, konsular atau legalisasi, kita diberikan form dan harus mengisi form. Bawalah pasfoto 3×4 berwarna untuk di tempel di formulir tersebut.

Kalau untuk visa turis ke India sebetulnya sudah bisa mendaftar secara online untuk masa tinggal 30 hari, tapi kalau memerlukan visa lain, ada baiknya cek dulu di website kedutaan India.

Syarat Mengurus CNI di Kedutaan Jerman Jakarta

Untuk yang punya rencana menikah dengan warga negara Jerman di Indonesia. Syarat Mengurus CNI di Kedutaan Jerman Jakarta.

Syarat Mengurus CNI di Kedutaan Jerman

  1. Surat izin menikah yang di buat di kantor catatan sipil di Jerman di kota yang berwenang, jika datang pas hari pernikahan di Indonesia
  2. Jika datang sebelum hari pernikahan maka di buat di kedutaan Jerman di Indonesia
  3. Paspor asli WNA

Untuk saat ini jika mau buat janji pengurusan CNI dan legalisasi masih belum di buka. Untuk biaya izin menikah sekitar EUR 35.

Saat ini juga masih berlaku pelarangan orang asing untuk masuk ke Indonesia hingga 8 Feb 2021.

Tidak disarankan untuk datang langsung tanpa membuat temu janji terlebih dahulu karena akan di tolak untuk masuk.

Baca juga : Syarat Mengajukan Visa Studi untuk Beasiswa ke Belgia

Alamat kedutaan Jerman :

Jalan M.H. Thamrin No. 1, RT. 1 / RW. 5, Menteng, RT.1/RW.5, Menteng, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Jakarta 10310

Untuk pengurusan notarial harus rajin cek website kedutaan jika ada perubahan informasi atau bisa langsung menghubungi email kedutaan.

Saat ini untuk dokumen kependudukan yang di keluarkan secara online ( menggunakan barcode ) tanda legalisasi tidak bisa di keluarkan.

Untuk pernikahan secara islam, maka pengurusan menikah di Indonesia di lanjutkan ke KUA.

Sedangkan untuk pernikahan secara non muslim, maka pengurusan di lakukan di catatan sipil.

Setelah pernikahan. Copy CNI di perlukan untuk legalisir dokumen ke kementrian Agama bagi yang muslim. Untuk yang non muslim bisa di legalisir buku nikah di dukcapil.

Untuk pembuatan KITAS, juga perlu copy CNI. Jadi sebaiknya dokumen penting bisa di copy dahulu dan di file.

Pernikahan di Indonesia dengan tidak mengurus CNI di kedutaan akan merepotkan di kemudian hari untuk mengurus legalisasi buku nikah dan ke hal-hal lainnya.

Jika ingin membuat visa atau pindah ke negara Jerman, maka perlu mengurus legalisasi buku nikah ke 3 kementrian di Jakarta.