Museum Gratis Di Tengah kawasan elit di Selatan Jakarta

Museum ini berada di sebuah rumah di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Letaknya di pinggir jalan raya tidak membuat museum ini terlihat secara sepintas. Sebetulnya ada tulisan di depan rumah sebelum gerbang utama, tapi letaknya di samping. Tulisan berbunyi Museum di Tengah kebun. Museum Gratis Di Tengah kawasan elit di Selatan Jakarta.

Museum ini gratis untuk umum, namun harus reservasi dulu dan saat ini hanya di buka di hari sabtu dan minggu. Pemilik museum ini adalah perorangan, Alm. Sjahrial Djalil, salah satu tokoh periklanan modern Indonesia dan pendiri biro iklan Ad Force Inc. Beliau belum lama meninggal di Bulan April 2019. Koleksi benda-benda bersejarahnya bukan hanya dari dalam negeri namun juga di dapat dari luar negeri. Mencapai hingga kurang lebih 4,000 koleksi seni.

rumahnya kelihatan sejuk dan asri. Dari luar gerbang kelihatannya rumanya tidak terlalu luas namun saat masuk, bagian tengah ruang tamu menghadap ke kebun belakang yang asri dan terawat rapi. Kebun belakang cukup luas. Hijau teduh. Tipikal rumah lama dengan langit-langit rumah yang tidak terlalu tinggi dan di rawat dengan baik.

Pemilik baru saja meninggal dunia di bulan April 2019 dan makamnya berada di halaman belakang rumahnya. Menurut informasi tour guide. Pemilik memang menginginkan di makamkan di belakang rumahnya saat beliau meninggal dunia.

Menarik mendengarkan sejarah benda seni yang ada dan bagaimana pemilik mendapatkan benda-benda ini hingga ke luar negeri. Tidak sedikit biaya yang di keluarkan dari perburuan benda seni tersebut. Namun pemilik mempunyai karier yang bagus di dalam pekerjaannya sehingga memungkin membeli

Kurator atau tour guide akan memberikan panduan gratis saat berkeliling museum.

Museum Gratis dan Aturan memasuki Museum

Untuk mengunjungi museum, harus dengan rombongan kalau kita datang sendiri maka akan di gabungkan dengan kelompok lain.

Prosedur mengisi buku tamu dengan mencatntumkan nama, no HP dan alamat. kalau sudah reservasi sebelumnya maka tinggal menunggu tour guide nya.

Saat masuk ke dalam ruangan, harus mengganti sepatu dengan sendal yang di sediakan dan di larang membawa tas karena di khawatirkan akan mengenai barang-barang kuno dan bisa rusak atau jatuh. HP bisa di bawa namun ada beberapa ruangan yang tidak boleh memfoto atau membuat video sehingga harus di hormati peraturannya.

Sebelum ini, museum di buka di weekdays juga dua kali. Sejak pemilik sakit, museum sempat tidak di buka sama sekali kemudian akhirnya dibuka dengan waktu yang di batasi. Yaitu di akhir pekan saja hingga saat ini.

Be the first to comment on "Museum Gratis Di Tengah kawasan elit di Selatan Jakarta"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Message Us on WhatsApp